Tahura Gunung Palasari, Lekat Dengan Sejarah Belanda?

Gambar Rangga 1 1


Tri Jati Travel – Objek sejarah Tahura Gunung Palasari berlokasi di Desa Pasanggarahan, Kel. Kotakulon, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang. Jaraknya dari pusat kota Sumedang sekitar satu kilometer.
Tahurang Gunung Palasari merupakan kawasan yang berfungsi sebagai konservasi, edukasi, rekreasi dan preservasi.

Kawasan Gunung Palasari merupakan hutan lindng yang biasa dinamakan Taman Hutan Rakyat (Tahura). Tahura Gunung Palasari memiliki luas sekitar 31,22 hektar, memiliki 205 spesies flora, yaitu Eboni, Akasia, Pinus, Jati dan spesies lainnya. Terdapat beberapa spesies satwa yang sering dijumpai, diantaranya Elang ular bido (Spilornis cheela), Tekukur, Burung Kutilang (Pycnonotus sp) dan lainnya.

Selain menonjolkan keanekaragaman hayatinya, tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dengan Belanda, yaitu dengan adanya benteng pertahanan peninggalan penjajah Belanda, yang diperkirakan dibangun pada tahun 1913-1917.

Baca Juga  SMKS YAPPRI Sumedang, Lakukan Kunjungan Industri dan Wisata Bersama Tri Jati Travel

Sebelum tahun 2011, Kawasan Gunung Palasari berada didalam pengelolaan Perhutani. Namun diserahkan kepada kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Kehutanan dan Perkekebunan. Informasi terbaru saat ini, pengelolaannya berpindah tangan kepada Balai Pelestarian Cagar Budata Serang, Banten.


caption: Benteng peninggalan penjajah Belanda di Tahura Gunung Palasari

Gambar Rangga 2
Captiom: Benteng ke 4 Tahura Gunung Palasari

Gambar Rangga 3
Benteng ke 4 Tahura Gunung Palasari

Di puncak Palasari ini, terdapat 8 bangunan benteng penjajahan Belanda, tetapi sebenarnya ada 9 bangunan, karena bangunan nomor 8 merupakan gabungan dua bangunan.

Baca Juga  Farmhouse Susu Lembang Bandung, Tempat yang wajib dikunjungi

Banyak yang mengatakan bahwa bangunan benteng ini dahulu digunakan sebagai Gudang penyimpanan mesiu oleh tantara Belanda pada saat itu.

Melihat keindahan alam dan sejarah yang dimiliki Palasari mungkin kita semua mengira dalam pengelolaannya baik, namun sayanganya tidak seperti demikian. Hal ini dibuktikan dengan mulai rusaknya beberapa bangunan dan plang peraturan yang sudah mulai tidak terbaca.

Baca Juga  Command Center Sumedang, Jadi Destinasi Wisata Baru Untuk Sharing Teknologi Informasi

Semoga kedepannya destinasi wisata Tahura Gunung Palasari ini lebih dikembangkan lebih baik lagi, mengingat terdapat nilai sejarah yang kuat didalamnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *